- Tenangkan diri terlebih dahulu.
Guru yang tenang lebih mudah mengendalikan kelas. - Cari tahu penyebab perilaku siswa.
Bisa jadi lelah, bosan, atau sedang punya masalah. - Gunakan kontak mata dan bahasa tubuh yang tegas.
Tidak perlu suara keras untuk menunjukkan wibawa. - Panggil nama siswa dengan nada netral.
Ini membuat siswa merasa diperhatikan, bukan diserang. - Dekati siswa secara fisik.
Berdiri di samping bangkunya sering lebih efektif. - Berikan pilihan, bukan ancaman.
Contoh: “Kamu mau lanjut belajar atau duduk di depan?” - Tegur perilakunya, bukan kepribadiannya.
Hindari label seperti “nakal” atau “bandel”. - Manfaatkan humor ringan bila memungkinkan.
Suasana cair, kelas jadi lebih terkendali. - Beri apresiasi saat siswa mulai berubah.
Perubahan kecil tetap layak dihargai. - Ajak bicara empat mata di waktu yang tepat.
Teguran pribadi lebih efektif daripada di depan kelas.
Guru yang tidak marah bukan berarti lemah, tetapi sedang mengajarkan kedewasaan dan kontrol emosi.

































