Dinas Pendidikan Jawa Tengah mengungkap masih ada 162 jabatan kepala sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB yang belum terisi di seluruh wilayah Jateng. Untuk sementara, posisi itu ditangani pelaksana tugas (Plt) sehingga ada kepala sekolah yang harus merangkap memimpin lebih dari satu sekolah.
Kepala Disdik Jateng, Sadimin, menyebut proses penempatan kepala sekolah kini tak bisa lagi langsung diputuskan daerah, tetapi harus mengikuti ketentuan dan prosedur pemerintah pusat. “Sudah keputusan dari pusat, kita orang pemerintahan harus siap melaksanakan,” ujarnya.
Ia merinci, dari total 162 jabatan yang kosong, sudah ada 122 calon kepala sekolah yang diusulkan ke pemerintah pusat melalui Direktorat KSPS serta Ditjen GTK. Menurut Sadimin, Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga telah menyetujui usulan tersebut. “Kekosongan kita sudah punya calon 122. Kita sudah usulkan ke pusat lewat Direktorat KSPS dan di GTK, kemudian BKN sudah oke, sudah ACC tinggal nunggu waktu pelantikan atau pengukuhan. Insya Allah segera dikukuhkan oleh Pak Gubernur,” tuturnya, Senin (2/3/2026).
Meski demikian, 122 calon itu belum cukup menutup seluruh kebutuhan 162 posisi yang lowong. Masih ada puluhan sekolah yang belum akan memiliki kepala sekolah definitif dalam waktu dekat. Di beberapa kabupaten, jumlah sekolah tanpa kepala sekolah bahkan mencapai hingga sembilan unit, sehingga beban rangkap jabatan tak terhindarkan.
Untuk menutup sisa kekurangan, Disdik Jateng memastikan akan membuka lagi seleksi calon kepala sekolah pada tahun 2026. “Maka nanti, 2026 ini kita akan seleksi calon kepala sekolah,” kata Sadimin. Ia berharap, seluruh kekosongan jabatan kepala sekolah di Jateng bisa terisi tuntas pada 2026 sehingga tata kelola dan mutu layanan pendidikan di tingkat SMA, SMK, dan SLB dapat berjalan lebih optimal.



































