Di Bojonegoro, tercatat 186 siswa jenjang SD dan SMP dipastikan tidak mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun ini. Data Dinas Pendidikan menyebut, jumlah tersebut terdiri atas 24 siswa kelas 6 SD dan 162 siswa kelas 9 SMP. Menariknya, sebagian besar di antaranya berasal dari sekolah swasta. Ketidakhadiran mereka bukan tanpa alasan maupun tanpa sepengetahuan orang tua, karena seluruh wali murid sudah mengirimkan surat pernyataan resmi terkait keputusan tidak mendaftar TKA.
Kabid Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Bojonegoro, Mohammad Agus Anshori, menjelaskan bahwa siswa-siswa tersebut pada umumnya akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya di lembaga yang masih satu yayasan. Karena melanjutkan di lingkungan internal yayasan, hasil TKA bukan menjadi syarat utama penerimaan. Orang tua sudah diberi pemahaman mengenai konsekuensi pilihan ini dan menyetujui melalui dokumen tertulis saat proses pendaftaran TKA dibuka.
Sementara itu, tahapan penyelenggaraan TKA sendiri terus berjalan. Untuk jenjang SD, saat ini sedang berlangsung tahap simulasi pada 2–8 Maret, disusul geladi bersih pada 9–17 Maret. Pelaksanaan TKA utama untuk SD dijadwalkan pada 20–30 April. Sedangkan untuk SMP, geladi bersih juga digelar 9–17 Maret dan pelaksanaan TKA berlangsung pada 6–16 April. Rangkaian ini menjadi bagian dari upaya pemetaan kemampuan akademik siswa yang berencana melanjutkan ke jenjang berikutnya di luar yayasan, sementara bagi yang tidak ikut TKA lebih diarahkan ke jalur internal sekolah swasta yang sudah mereka pilih.








































