Sebanyak 25.000 guru dari berbagai daerah diajak meningkatkan kapasitas dan kompetensinya melalui program Wardah Inspiring Teacher. Inisiatif ini dirancang untuk mendorong para pendidik “naik kelas” dengan membekali mereka keterampilan pembelajaran abad ke-21, mulai dari project based learning, computational thinking, hingga etika dan praktik kecerdasan buatan (AI) di ruang kelas.
Program ini menggandeng akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) serta dukungan teknologi dari Microsoft. Kolaborasi tersebut bertujuan menghadirkan pelatihan yang relevan dengan perkembangan teknologi sekaligus aplikatif dalam praktik pembelajaran sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, para guru mendapatkan pembekalan mengenai metode project based learning yang mendorong siswa aktif memecahkan masalah nyata melalui proyek kolaboratif. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan komunikasi peserta didik.
Selain itu, pelatihan juga menekankan pentingnya computational thinking sebagai fondasi literasi digital. Guru didorong memahami cara berpikir sistematis dan logis untuk membantu siswa menyelesaikan persoalan kompleks secara terstruktur.
Tak kalah penting, aspek etika dan praktik penggunaan AI di kelas menjadi sorotan utama. Para pendidik diajak memahami peluang sekaligus tantangan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam pembelajaran. Mulai dari penggunaan alat bantu berbasis AI untuk perencanaan materi, evaluasi belajar, hingga bagaimana memastikan penggunaan teknologi tetap mengedepankan nilai-nilai etis dan tanggung jawab.
Melalui program ini, guru diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi tampil sebagai navigator utama dalam ekosistem pendidikan berbasis AI. Peran guru tetap sentral dalam membimbing, mengarahkan, dan memastikan teknologi dimanfaatkan untuk memperkuat proses belajar, bukan menggantikannya.
Wardah Inspiring Teacher menjadi bagian dari upaya memperkuat transformasi pendidikan Indonesia agar selaras dengan perkembangan zaman. Dengan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan, para guru diharapkan mampu mencetak generasi yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan digital.





































