Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2025 pada Senin–Rabu, 17–19 November 2025, bertempat di Aula Gedung PGRI. Kegiatan ini diikuti oleh 74 peserta, terdiri dari guru dan kepala sekolah dasar perwakilan dari seluruh kapanewon se-Kabupaten Gunungkidul.
Kegiatan ini digelar untuk memperkuat pemahaman para pendidik mengenai kebijakan pendidikan terbaru yang akan diimplementasikan pada tahun anggaran 2025. Dalam paparannya, Dinas Pendidikan menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya menuntut kesiapan fasilitas, tetapi juga kompetensi guru dalam menyesuaikan diri dengan perubahan kebijakan nasional maupun daerah.
Tahun ini, sosialisasi memfokuskan pada tiga kebijakan strategis yang menjadi prioritas:
- Interactive Flat Panel (IFP)
Teknologi pembelajaran interaktif ini menjadi salah satu penguatan transformasi digital di sekolah. Penggunaan IFP diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas kreativitas guru, serta membuat proses belajar mengajar lebih menarik dan adaptif dengan perkembangan teknologi. - Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan gizi peserta didik. Melalui MBG, sekolah diharapkan mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan pemberian makanan bergizi dapat berjalan teratur, aman, dan memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak. - Tes Kemampuan Akademik (TKA)
TKA dijelaskan sebagai instrumen penjaminan mutu belajar yang bertujuan memetakan kemampuan dasar peserta didik. Hasil tes akan menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk meningkatkan proses pembelajaran serta menjadi dasar penguatan kompetensi guru dalam mengajar.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan materi, sesi diskusi, serta pendampingan teknis terkait implementasi ketiga kebijakan tersebut. Dinas Pendidikan berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan sekolah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Gunungkidul.








































