Dalam upaya mewujudkan perencanaan pendidikan yang lebih terarah dan berbasis data, Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) melaksanakan advokasi pemanfaatan Rapor Pendidikan di daerah mitra.
Kegiatan ini dilakukan melalui pendampingan kepada pemerintah daerah dan satuan pendidikan agar data yang tersedia dapat dimaknai secara bersama sebagai dasar penentuan prioritas kebijakan. Dengan pendekatan reflektif tersebut, pemerintah daerah dan sekolah diajak memahami kondisi riil pendidikan di wilayah masing-masing.
Melalui proses analisis dan refleksi data Rapor Pendidikan, para pemangku kepentingan kemudian menyusun perencanaan pendidikan yang lebih terarah dan kontekstual. Perencanaan ini diharapkan mampu menjawab tantangan nyata yang dihadapi sekolah, sekaligus memperkuat proses serta meningkatkan kualitas pembelajaran.
INOVASI sendiri merupakan program kemitraan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia yang berfokus pada peningkatan hasil belajar siswa. Kolaborasi dengan PSKP Kemendikdasmen ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mendorong pengambilan kebijakan pendidikan yang berbasis bukti dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Mengapa Perlu Advokasi Pemanfaatan Rapor Pendidikan?
di banyak daerah, data pendidikan sudah tersedia, namun
- belum sepenuhnya dimaknai sebagai alat refleksi
- belum konsisten digunakan dalam perencanaan
- belum sepenuhnya dipertimbangkan sebagai acuan penganggaran
advoaksi ini hadir untuk menjembatani data, kebijakan dan praktik di lapangan.
Apa yang kami lakukan di daerah ?
melalui lokakarya selama 2 hari dan kunjungan ke sekolah, PSKP dan Inovasi:
- mendampingi pemda dan sekolah membaca rapor pendidikan
- mengindetifikasi indikator prioritas dan akar masalah
- mendorong perencanaan berbasis data bukan asumsi
- memfasilitasi dialog antara sekolah dan pemerintah daerah
- sekolah dan pemda belajar bersama dan satu ruang refleksi
Kolaborasi lintas level
Advokasi melibatkan berbagai aktor kunci:
- pemerintah daerah (dinas pendidikan, bappeda dan perangkat terkait
- kepala daerah dan pemangku kebijakan
- pengawas sekolah
- kepala sekolah dan guru
Kolaborasi ini memastikan perencanaan tidak berhenti di dokumen, tetapi terhubung dari sekolah hingga kebijakan daerah.
Dari data ke masalah nyata
dalam kegiatan lokakarya, peserta bersama-sama:
- membaca capaian literasi dan numerasi
- menelaah kualitas pembelajaran dan iklim sekolah
- mengaitkan data dengan kondisi nyata di lapangan
- menentukan masalah yang paling mendesak untuk ditangani
Rapor pendidikan digunakan sebagai alat diagnostik bersama.
Dari refleksi ke rencana
Hasil utama dari advokasi:
- sekolah menyusun rencana perbaikan berbasis data
- pemda mengindentifiaksi prioritas progam pendidikan
- diskusi bergeser dari “kegiatan rutin” ke “dampak pemebajaran”
Perencanaan mulai diarahakan pada apa yang benar-beanr memengaruhi hasil belajar murid.
Menuju perencanaan pendidikan yang lebih berdampak
Melalui advokasi PSKP bersama INOVASI, Rapor pendidikan dimanfaatkan sebagai dasar refleksi dan perencanaan bersama antara sekolah dan pemerintah daerah.







































