Gunungkidul — Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul melaksanakan rapat koordinasi bersama Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Sekolahan pada Rabu, 14 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Pengawas SD Lantai 1 dan diikuti oleh perwakilan PPPK Paruh Waktu dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Rapat koordinasi ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul dalam memperkuat komunikasi serta menyamakan pemahaman terkait kebijakan dan mekanisme pengelolaan PPPK Paruh Waktu di lingkungan pendidikan. Forum ini menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan para PPPK Paruh Waktu untuk membahas berbagai isu strategis yang selama ini menjadi perhatian bersama.
Dalam rapat tersebut, sejumlah poin penting dibahas, antara lain kejelasan status kepegawaian PPPK Paruh Waktu, aspek kesejahteraan, serta kepastian hukum dalam pelaksanaan tugas di satuan pendidikan. Dinas Pendidikan menegaskan bahwa keberadaan PPPK Paruh Waktu memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran proses pembelajaran dan layanan pendidikan, sehingga perlu didukung dengan regulasi dan tata kelola yang jelas.
Melalui koordinasi ini, diharapkan tercipta pemahaman yang sama antara Dinas Pendidikan dan PPPK Paruh Waktu Sekolahan terkait hak dan kewajiban masing-masing pihak. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana untuk menampung aspirasi, masukan, serta kendala yang dihadapi PPPK Paruh Waktu dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa hasil rapat koordinasi ini akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam perumusan kebijakan selanjutnya, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan dan kepastian hukum bagi PPPK Paruh Waktu. Ke depan, koordinasi serupa akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan kebijakan yang diambil sejalan dengan kebutuhan di lapangan.
Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan PPPK Paruh Waktu Sekolahan di Kabupaten Gunungkidul dapat menjalankan tugas dengan lebih tenang, profesional, dan optimal, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.


































