Pendidikan bermutu tidak dapat lahir dari peran sekolah semata. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif bagi seluruh warga negara.
Dalam berbagai kesempatan, Mu’ti menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh lingkungan belajar yang mendukung. Keluarga berperan sebagai fondasi utama pembentukan karakter, sementara masyarakat dan media memiliki kontribusi besar dalam menanamkan nilai-nilai positif, literasi, serta budaya belajar sepanjang hayat.
Selain memperkuat jalur pendidikan formal, Mendikdasmen juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan nonformal dan informal, khususnya melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Lembaga-lembaga ini dinilai memiliki peran strategis dalam menjangkau warga yang belum atau tidak dapat mengakses pendidikan formal secara optimal.
Mu’ti menegaskan bahwa program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C harus terus diperkuat agar seluruh warga negara memiliki kesempatan memperoleh ijazah yang diakui secara resmi. Dengan ijazah tersebut, masyarakat diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau meningkatkan peluang ekonomi dan kesejahteraan hidup.
Menurutnya, pendidikan kesetaraan bukan sekadar alternatif, melainkan bagian integral dari sistem pendidikan nasional yang menjamin keadilan dan pemerataan akses pendidikan. Penguatan PKBM dan SKB juga menjadi langkah penting dalam mendukung mobilitas sosial dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat marginal.
Melalui kolaborasi lintas sektor serta penguatan pendidikan formal dan nonformal, Mu’ti optimistis pendidikan Indonesia dapat menjadi motor penggerak peningkatan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat. Pendidikan yang inklusif dan bermutu diyakini mampu membuka jalan bagi setiap warga negara untuk naik kelas secara sosial dan ekonomi, sekaligus memperkuat daya saing bangsa di masa depan.

























