Praktik child grooming atau upaya pelaku mendekati dan memanipulasi anak secara perlahan kerap berlangsung rapi, halus, dan tampak tidak berbahaya di awal. Namun di balik pendekatan yang terlihat manis tersebut, child grooming sering kali berujung pada kekerasan seksual, eksploitasi, hingga trauma mendalam bagi anak.
Para pemerhati perlindungan anak mengingatkan bahwa child grooming dapat terjadi di berbagai ruang, baik lingkungan sekitar maupun dunia digital, termasuk media sosial, gim daring, dan aplikasi pesan instan. Pelaku biasanya membangun kepercayaan anak secara bertahap sebelum melakukan tindakan yang merugikan.
“Bahaya terbesar dari child grooming adalah sulit dikenali sejak awal, karena pelaku menyamar sebagai sosok yang peduli, ramah, dan suportif,” ujar seorang pegiat perlindungan anak.
Untuk mencegah terjadinya child grooming, para ahli menekankan pentingnya membangun tiga perisai utama dalam perlindungan anak.
Pertama, komunikasi dua arah antara anak dan orang tua maupun pendidik. Anak perlu merasa aman untuk bercerita tanpa takut dimarahi atau disalahkan, sehingga setiap perubahan perilaku atau pengalaman tidak nyaman dapat segera terdeteksi.
Kedua, pendampingan digital yang aktif. Orang tua dan guru diimbau tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga memahami aktivitas digital anak, mengenal platform yang digunakan, serta membimbing anak dalam berinteraksi secara aman di ruang siber.
Ketiga, edukasi seksual sejak dini yang sesuai dengan usia anak. Edukasi ini mencakup pengenalan bagian tubuh, batasan sentuhan aman dan tidak aman, serta keberanian untuk berkata “tidak” dan melapor jika merasa terancam.
Pakar menegaskan bahwa pencegahan child grooming tidak bisa dibebankan pada anak semata. Dibutuhkan peran aktif keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan responsif terhadap potensi kekerasan.
Dengan kesadaran dan langkah pencegahan yang tepat, diharapkan anak-anak dapat terlindungi dari praktik child grooming yang diam-diam mengintai, namun berdampak fatal bagi masa depan mereka.
































