Sebanyak 60 siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Yapertif Ende mengikuti kegiatan pembelajaran di luar kelas dengan cara yang tidak biasa. Mereka “masuk” ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ende, bukan untuk menjalani hukuman, melainkan untuk belajar empati, kepedulian, dan nilai kemanusiaan sejak usia dini.
Kunjungan edukatif tersebut dikemas sebagai bagian dari pendidikan karakter. Dalam kegiatan itu, para siswa didampingi guru dan orang tua untuk menyerahkan bantuan sembako kepada warga binaan sebagai wujud kepedulian sosial.
Selain menyerahkan bantuan, anak-anak juga berkesempatan bertemu dan berinteraksi langsung dengan warga binaan. Melalui pendekatan yang sederhana dan ramah anak, para guru mengenalkan bahwa setiap manusia berhak mendapatkan perhatian, kesempatan berubah, dan dukungan moral.
“Kami ingin anak-anak belajar bahwa berbagi dan peduli bisa dilakukan kepada siapa saja, tanpa memandang latar belakang,” ujar salah satu guru pendamping.
Pihak Lapas Kelas IIB Ende menyambut baik kegiatan tersebut dan memberikan pendampingan selama kunjungan berlangsung. Menurut petugas, kehadiran anak-anak membawa suasana hangat dan menjadi pengalaman berharga, baik bagi siswa maupun warga binaan.
Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai empati, toleransi, dan kemanusiaan sejak dini kepada para siswa. Bagi anak-anak TK Yapertif Ende, kunjungan tersebut menjadi kelas karakter yang berkesan dan tak mudah dilupakan, sekaligus pengalaman awal memahami makna kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat.
























