Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus mengakselerasi transformasi pendidikan melalui program digitalisasi pembelajaran. Salah satu langkah nyatanya adalah menghadirkan IFP Merah Putih di ruang-ruang kelas sebagai sarana pembelajaran interaktif yang mendorong perubahan cara mengajar dan belajar.
Kehadiran IFP Merah Putih tidak sekadar menggantikan papan tulis konvensional, tetapi menjadi bagian dari upaya meng-upgrade cara berpikir dan cara belajar di satuan pendidikan. Dengan perangkat digital tersebut, proses pembelajaran menjadi lebih visual, interaktif, dan kontekstual.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara menyampaikan bahwa digitalisasi pembelajaran bertujuan menyiapkan guru dan siswa agar siap menghadapi tantangan era teknologi. “Guru tidak lagi hanya sebagai penyampai materi, tetapi menjadi agen perubahan yang memfasilitasi pembelajaran aktif dan bermakna,” ujarnya.
Melalui pemanfaatan IFP Merah Putih, siswa didorong untuk lebih aktif berdiskusi, mengeksplorasi materi, serta memanfaatkan teknologi secara produktif. Pembelajaran berbasis digital juga membantu meningkatkan literasi teknologi dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Para guru pun mendapatkan pendampingan dan pelatihan agar mampu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran sehari-hari. Dengan demikian, transformasi digital tidak berhenti pada penyediaan perangkat, tetapi juga menyentuh penguatan kompetensi pendidik.
Program ini disambut positif oleh sekolah-sekolah di Barito Utara. Suasana kelas menjadi lebih hidup, interaksi meningkat, dan siswa terlihat lebih antusias mengikuti pelajaran. Pemerintah daerah berharap, digitalisasi pembelajaran ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di seluruh wilayah kabupaten.
Dengan langkah ini, Barito Utara menegaskan komitmennya untuk membangun pendidikan yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus menyiapkan generasi muda yang melek teknologi dan siap bersaing di masa depan.
































