Hasil pemeriksaan sampel menu makan bergizi gratis (MBG) yang menyebabkan ratusan anak di Kecamatan Jatisrono dan Ngadirojo, Wonogiri mengalami gejala keracunan sudah keluar.
Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri Imron Rizkyarno mengatakan, Dinkes Wonogiri telah terjun melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) usai adanya laporan yang didapatkan soal dugaan keracunan akibat menu MBG.
“14 Januari 2026 Dinkes melakukan PE. Gejala yang dialami penerima manfaat MBG berupa mual, pusing, demam dan juga diare. Total ada 380 anak,” ujar Imron, Senin (19/1/2026).
Diketahui, menu MBG yang menyebabkan keracunan itu diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatisari pada Jumat (9/1/2026). Adapun menu yang disajikan adalah mi ayam, bakso, pangsit dengan sayur sawi dan ada saus kemasan.
“Penyebab keracunannya pada makanan mi ayam. Ada bakteri e-coli dan salmonella,” ungkap Imron. Berdasarkan informasi yang dihimpun radarsolo.jawapos.com, tidak ada sampel makanan yang diperiksa selain susu dan saus kemasan.
Terkait hal itu, Wabup menuturkan, itu adalah laporan dari Dinkes itu merujuk hasil diagnosa banding etiology dimana penyebabnya karena mi dan ayam karena adanya sejumlah bakteri itu.
Wabup menambahkan, ada sejumlah catatan dari hasil inspeksi yang dilakukan Dinkes Wonogiri di SPPG Jatisari. Diantaranya adalah penempatan air bersih berdekatan saluran pembuangan air.
“Kurang higienis. Ada tempat alas kaki tapi jadi satu antara alas kaki untuk di luar dan di dalam (dapur). SPPG juga belum punya SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) dan belum punya IPAL,” papar Imron.
Atas hal ini, Pemkab menyarankan agar SPPG tersebut menjalankan SOP yang berlaku dan melengkapi kekurangan sarana dan prasarana di dapur.


































