Pemerintah menegaskan bahwa upaya pembenahan dunia pendidikan tidak hanya berhenti pada perbaikan fisik ringan seperti pengecatan atau pembangunan gedung semata. Melalui program revitalisasi pendidikan nasional, ribuan sekolah di berbagai daerah kini mengalami pembaruan menyeluruh, mulai dari infrastruktur, sarana pembelajaran, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidik.
Revitalisasi sekolah dilakukan secara bertahap dengan menyasar bangunan ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga fasilitas sanitasi. Pemerintah menilai lingkungan belajar yang layak dan aman menjadi fondasi penting bagi proses pembelajaran yang efektif dan bermutu.
Selain pembenahan infrastruktur, transformasi pendidikan juga dilakukan melalui digitalisasi pembelajaran. Ratusan ribu papan digital atau smart board disalurkan ke sekolah-sekolah sebagai bagian dari upaya mempercepat adaptasi pendidikan terhadap perkembangan teknologi. Kehadiran papan digital diharapkan mampu mendorong metode pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Tak hanya fokus pada sarana, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kompetensi guru. Sekitar 150 ribu guru didorong untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang strata satu (S1). Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh pendidik memenuhi kualifikasi akademik yang dipersyaratkan sekaligus meningkatkan profesionalisme guru dalam mengajar.
Peningkatan kualifikasi guru tersebut dilakukan melalui berbagai skema, termasuk fasilitasi pendidikan lanjutan, pendampingan, serta dukungan kebijakan yang memudahkan guru mengakses pendidikan tinggi. Pemerintah menilai kualitas guru menjadi kunci utama keberhasilan reformasi pendidikan.
Program revitalisasi ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan kombinasi perbaikan infrastruktur, digitalisasi pembelajaran, dan peningkatan kompetensi guru, pemerintah berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang mampu menumbuhkan karakter, nalar kritis, dan kreativitas peserta didik.
Ke depan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang demi mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di tingkat global.



































