Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Komunitas Kristen dan Katolik Tahun 2025 pada Jumat (23/1) di Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Disdik DKI Jakarta dalam memperkuat moderasi beragama serta menegaskan pentingnya kerukunan sebagai fondasi utama penyelenggaraan pendidikan di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan bahwa keberagaman merupakan realitas yang tidak terpisahkan dari ekosistem pendidikan di Ibu Kota. Hal tersebut tercermin dari jumlah peserta didik serta guru dan tenaga kependidikan yang berasal dari berbagai latar belakang agama, termasuk umat Kristiani yang jumlahnya cukup signifikan.
“Di lingkungan pendidikan DKI Jakarta terdapat lebih dari 194 ribu peserta didik serta sekitar 124 ribu guru dan tenaga kependidikan umat Kristiani. Ini menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang harus dirawat dan dijaga bersama,” ujar Nahdiana.
Melalui peringatan Natal ini, Disdik DKI Jakarta mendorong agar nilai-nilai kasih, empati, dan saling menghargai tidak hanya menjadi pesan simbolik, tetapi diwujudkan dalam praktik nyata di lingkungan pendidikan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik yang inklusif, toleran, dan mampu hidup berdampingan secara harmonis dalam masyarakat majemuk.
Nahdiana juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai kebajikan tersebut. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial yang lebih luas.
Kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai Natal ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Disdik DKI Jakarta dalam menciptakan iklim pendidikan yang aman, nyaman, dan menjunjung tinggi prinsip kebhinekaan sebagai jati diri bangsa Indonesia.































