Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan komitmennya mendorong pembelajaran yang lebih bermakna melalui program Digitalisasi Pembelajaran di sekolah. Selama ini, pembelajaran Sains di ruang kelas kerap berhenti pada hafalan rumus, sementara proses ilmiahnya tidak benar-benar dipahami siswa. Konsep abstrak seperti teori kinetik gas—yang menjelaskan hubungan tekanan, volume, dan suhu—sering kali sulit dibayangkan peserta didik tanpa dukungan visual yang memadai.
Melalui pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), pola itu mulai berubah. Di berbagai sekolah, guru kini dapat memvisualisasikan proses ilmiah secara konkret, sehingga siswa tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga melihat simulasi langsung di layar. Kepala SMAN 1 Indralaya, Pudyo Laksono, menuturkan bahwa PID sangat membantu saat mengajarkan teori kinetik gas. Ia menjelaskan, kini siswa tidak lagi sekadar mengabstraksi hubungan tekanan, volume, dan suhu, melainkan dapat mengamati pergerakan partikel di dalam wadah melalui tampilan digital. Saat simulasi pompa dilakukan, mereka melihat partikel saling berdesakan hingga indikator tutup wadah “terlepas”, yang secara konkret menggambarkan adanya tekanan sangat besar dalam sistem.
Di Sumatra Selatan, seluruh sekolah dilaporkan telah menerima bantuan PID dan memanfaatkannya secara kolaboratif melalui komunitas belajar di tingkat satuan pendidikan. Tim mutu di SMAN 1 Indralaya bahkan menjadikannya proyek percontohan, sekaligus mengimbaskan standar operasional penggunaan perangkat agar tetap awet dan terjaga. Kepala SMPN 1 Lubuk Liat, Marion, menilai PID krusial untuk variasi pembelajaran yang mengikuti perkembangan teknologi, terlebih sistem operasinya berbasis Android yang sudah akrab bagi siswa. Dukungan serupa datang dari Kepala SDN 6 Pemulutan Barat, Desi Huswinda, yang melihat PID sebagai sarana penting menciptakan kelas yang lebih dinamis dan menyenangkan, sekaligus bentuk nyata perluasan akses pendidikan yang setara bagi anak-anak di pedesaan.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan bahwa Digitalisasi Pembelajaran tidak berhenti pada pemenuhan sarana prasarana, tetapi merupakan strategi menjangkau wilayah yang sulit secara geografis.
































