Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang menyiapkan silabus khusus yang memuat materi kecerdasan buatan (AI) dasar, pemanfaatan media sosial, serta teknologi informasi dan komunikasi untuk pelajar Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 yang berlokasi di Gedung Politeknik Kota Malang. Kebijakan ini disampaikan Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, di Malang, pada Jumat, 23 Januari 2026, setelah pihaknya berkoordinasi dengan jajaran sekolah terkait rencana pemberian materi tersebut.
Widianto menjelaskan, silabus ini dirancang bukan hanya agar siswa akrab dengan teknologi, tetapi juga agar mereka memiliki pola pikir yang lebih matang dan bijak ketika menggunakan perangkat digital dan media sosial. Dengan pemahaman yang terarah sejak usia SMP, pemerintah kota berharap anak-anak lebih terlindungi dari berbagai dampak negatif dunia maya, seperti informasi bohong, konten pornografi, praktik perjudian daring, hingga perundungan yang kini marak terjadi di platform media sosial. Ia menegaskan bahwa usia para pelajar ini merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter dan kebiasaan mereka di ruang digital.
Untuk mendukung penerapan materi, Diskominfo Kota Malang juga siap menurunkan tim internal yang akan membantu proses pembelajaran di kelas dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia dan latar belakang peserta didik. Ke depan, silabus ini diharapkan dapat berkembang menjadi buku pedoman bagi para guru di SRMP 16 dan diterapkan secara berkala, bukan hanya dalam satu kali kegiatan.
Kepala SRMP 16 Kota Malang, Rida Afrilyansanti, menyambut baik inisiatif tersebut karena sangat membantu sekolah dalam meningkatkan pemahaman teknologi di kalangan siswanya yang datang dari latar belakang berbeda, baik yang sudah mengenal teknologi maupun yang belum. Ia menggambarkan bahwa implementasi awal silabus akan diselaraskan dengan capaian pembelajaran mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi serta coding yang selama ini berlangsung dua jam per minggu.


























