Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang pelajar SMK menjadi korban pencurian sepeda motor di wilayah Cilangkap, Tapos, Depok, Jawa Barat. Dalam rekaman tersebut, tampak pelaku mengendarai motor milik korban, sementara korban duduk di jok belakang. Tak lama kemudian, pelajar tersebut diturunkan di pinggir jalan dan pelaku langsung meninggalkan lokasi dengan membawa kabur kendaraan itu.
Peristiwa ini disebut terjadi pada Minggu, 25 Januari 2026. Korban yang masih berstatus siswa SMK awalnya berangkat dari Tapos menuju Cimanggis untuk mengambil seragam sekolah. Dalam perjalanan pulang, ia dihadang dua orang tidak dikenal. Salah satu di antara mereka menuduh korban terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap adik pelaku. Tuduhan itu menjadi pintu masuk modus kejahatan yang mereka rancang.
Dengan alasan ingin “mengklarifikasi” kejadian tersebut, korban diajak berkeliling oleh para pelaku hingga akhirnya tiba di sebuah pos RW. Di lokasi itu, korban diminta turun dan disuruh membeli jajanan di warung terdekat. Saat korban lengah dan menjauh dari motor, kedua pelaku langsung tancap gas dan melarikan diri membawa sepeda motor milik korban. Aksi ini memanfaatkan situasi tekanan psikologis, di mana korban lebih fokus membantah tuduhan penganiayaan ketimbang menyadari potensi kejahatan yang mengincar kendaraannya.
Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono, membenarkan adanya laporan terkait kasus ini. Ia menjelaskan, “Dengan dalih diajak ingin mengklarifikasi kejadian tersebut, korban dibawa berkeliling hingga tiba di Pos RW. Korban diturunkan dan diminta membeli jajanan di warung. Kedua pelaku langsung melarikan diri membawa kendaraan korban.” Jupriono menyampaikan bahwa korban sudah membuat laporan polisi dan perkara ini kini dalam proses penyelidikan atau “proses lidik”. Aparat kepolisian masih menelusuri identitas serta keberadaan para pelaku.
Kasus ini menambah daftar kejahatan jalanan di Depok yang memanfaatkan berbagai modus untuk mengelabui korban. Publik diimbau untuk lebih waspada terhadap orang tak dikenal yang tiba-tiba melontarkan tuduhan serius, apalagi jika disertai ajakan pergi ke suatu tempat dengan alasan klarifikasi. Langkah hukum.


































