- Tanggung jawab besar, kewenangan kecil
Guru diminta membentuk karakter dan moral,
namun ruang untuk bersikap tegas makin sempit.
Ketegasan dianggap masalah,
keraguan justru terlihat oleh murid sebagai celah. - Pendidikan bergeser dari amanah menjadi transaksi
Sekolah dipahami seperti tempat membeli layanan.
Saat logika jual-beli masuk kelas,
guru bukan lagi pendidik,
melainkan pihak yang harus selalu memuaskan. - Wibawa runtuh di era kamera
Satu kesalahan cukup direkam beberapa detik,
lalu menyebar tanpa konteks dan empati.
Puluhan tahun pengabdian
dikalahkan satu potongan video. - Guru sering berdiri sendirian
Saat konflik muncul,
perlindungan sering terlambat atau tidak ada.
Tanggung jawab dituntut,
namun rasa aman diabaikan. - Rasa hormat tidak lagi dibangun bersama
Dulu rumah, sekolah, dan lingkungan sejalan.
Kini nilai saling bertabrakan,
dan hormat pada guru
dianggap bukan lagi keharusan.
🥹 Jika guru terus dibatasi tanpa dibela,
jangan heran bila penghargaan ikut menghilang.
Berikan guru kepercayaan dan kewibawaan,
agar pendidikan kembali punya martabat.
























