Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyoroti fenomena menurunnya kebanggaan masyarakat terhadap sekolah negeri. Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh ketidakpastian penerapan sistem zonasi, belum adanya tolok ukur kualitas pendidikan yang berstandar nasional, serta layanan pendidikan inklusi yang masih belum memadai.
Akibat berbagai persoalan tersebut, Abdul Fikri menilai terjadi pergeseran preferensi orang tua dalam memilih sekolah bagi anak-anak mereka. Saat ini, banyak orang tua dinilai lebih cenderung memilih sekolah swasta yang dianggap menawarkan kepastian kualitas dan layanan pendidikan yang lebih baik.
Ia menegaskan, fenomena eksodus siswa dari sekolah negeri ini menjadi sinyal peringatan serius bagi pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah diminta segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pendidikan nasional.
Selain itu, Abdul Fikri mendorong pemerintah untuk menyusun cetak biru (blueprint) pendidikan jangka panjang agar arah kebijakan pendidikan nasional memiliki kejelasan dan kesinambungan, serta tidak terus berubah setiap kali terjadi pergantian kepemimpinan.































