Di tengah banjir yang merendam rumah warga dan merusak sejumlah fasilitas sekolah, Papan Interaktif Digital (Interactive Flat Panel/IFP) menjadi penopang utama pemulihan pembelajaran di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Kehadiran perangkat ini membantu memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung meski kondisi darurat melanda.
IFP tidak hanya memudahkan guru dalam menyajikan materi pelajaran secara lebih terstruktur dan menarik, tetapi juga mendorong partisipasi aktif siswa di kelas. Dengan tampilan visual interaktif, siswa menjadi lebih berani bertanya, berdiskusi, hingga melakukan presentasi di depan kelas.
Pemanfaatan IFP terlihat di sejumlah sekolah terdampak banjir, seperti SMAN 2 Timang Gajah, SDN Karang Jadi, dan SMP Muhammadiyah 11 Teritit. Meski sempat terisolasi akibat akses jalan terputus dan sebagian siswa kehilangan tempat tinggal, kegiatan pembelajaran tetap diupayakan berjalan dengan berbagai penyesuaian.
Dalam kondisi darurat, IFP bahkan digunakan tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di lokasi pembelajaran sementara, termasuk tenda darurat. Guru memanfaatkan perangkat tersebut untuk menjaga kontinuitas pembelajaran agar siswa tidak semakin tertinggal secara akademik akibat bencana.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dan tenaga pendidik dalam melindungi hak belajar anak. Di tengah situasi krisis, teknologi pendidikan seperti IFP terbukti berperan penting menjaga semangat belajar siswa, sekaligus membantu proses pemulihan psikologis melalui kegiatan belajar yang tetap terarah.
Dengan tetap berlangsungnya pembelajaran, sekolah berharap anak-anak di wilayah terdampak banjir dapat bangkit lebih cepat dan tidak kehilangan kesempatan untuk terus belajar, meskipun menghadapi keterbatasan akibat bencana alam.

































