residen RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa arah pembangunan nasional tidak boleh hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi harus benar-benar meningkatkan kualitas hidup rakyat secara menyeluruh. Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Centre (SICC), Senin, 2 Februari 2026.
“Kriteria kita adalah maju dan modern, di mana seluruh rakyat mengalami kualitas hidup yang baik. Kita tidak bermimpi hidup seperti negara lain. Kita hanya mau supaya semua rakyat kita hidup dengan kualitas yang baik,” ujar Prabowo dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
Prabowo menjelaskan, kualitas hidup yang ia maksud mencakup kecukupan pangan bergizi, jaminan kesehatan, pendidikan yang layak, serta penghasilan yang memadai. Semua itu ditempuh melalui delapan misi Asta Cita, 17 program prioritas, dan program hasil terbaik cepat.
Dalam penguatan sumber daya manusia, Prabowo secara khusus menyoroti Sekolah Rakyat sebagai inovasi yang jarang dilakukan banyak negara. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu untuk disekolahkan di sekolah berasrama, agar mereka bisa benar-benar keluar dari jerat kemiskinan. Orang tua para siswa juga diberdayakan dan dilibatkan dalam berbagai program prioritas nasional sebagai miniatur pengentasan kemiskinan.
“Anak-anak dari kelompok yang paling tidak mampu kita sekolahkan dalam sekolah berasrama. Kita beri pendidikan yang terbaik. Anak-anak yang tidak mungkin sekolah, kita ambil semua. Tidak boleh ada anak di jalanan yang tidak sekolah,” tegasnya.
Hingga saat ini, Sekolah Rakyat rintisan telah berjalan di 166 lokasi yang tersebar di 131 kabupaten/kota di 34 provinsi, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali–Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua. Ke depan, pemerintah menargetkan pada 2029 terdapat 500 Sekolah Rakyat yang beroperasi secara nasional dengan daya tampung hingga 500.000 anak dari keluarga paling rentan.




























