Kota Tangerang — Suasana seremoni Pembangunan Kota Tangerang 2026 di GOR Nambo mendadak haru ketika nama Murpiah dipanggil ke atas panggung sebagai penerima hadiah umroh gratis. Tak kuasa menahan emosi, air mata Murpiah pecah di hadapan ribuan hadirin yang menyaksikan momen tersebut.
Murpiah dikenal sebagai guru ngaji yang selama ini mengabdikan dirinya secara sunyi di lingkungan tempat tinggalnya. Dengan penuh ketulusan, ia mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak dan warga sekitar tanpa pamrih, jauh dari sorotan publik. Pengabdian yang dilakukan selama bertahun-tahun itu akhirnya berbuah manis dengan kesempatan berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini.
Momen haru tersebut terjadi di tengah rangkaian acara pembangunan Kota Tangerang 2026 yang dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga. Ketika namanya disebut, Murpiah tampak terkejut, terdiam sejenak, lalu menitikkan air mata haru sebelum melangkah ke panggung.
Dalam keterangannya, Murpiah mengaku tidak pernah menyangka akan mendapatkan hadiah umroh. Ia menyebut kesempatan tersebut sebagai anugerah besar atas doa dan kesabaran selama menjalani pengabdian sebagai guru ngaji.
Pemberian hadiah umroh gratis ini menjadi simbol apresiasi pemerintah daerah terhadap peran tokoh-tokoh masyarakat yang telah berkontribusi nyata dalam membangun karakter dan spiritual warga. Selain menjadi bentuk penghargaan, momen ini juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya tentang fisik kota, tetapi juga tentang nilai kemanusiaan dan keteladanan.
Seremoni Pembangunan Kota Tangerang 2026 pun ditutup dengan suasana penuh haru dan inspirasi, meninggalkan pesan bahwa pengabdian tulus, meski dilakukan dalam kesunyian, akan selalu menemukan jalannya untuk dihargai.































