etua DPR RI Puan Maharani menyoroti meninggalnya seorang siswa kelas IV SD berinisial YBR (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang diduga bunuh diri akibat tekanan karena tidak mampu membeli buku tulis dan alat tulis sekolah. Peristiwa ini, menurut Puan, menjadi pengingat keras bahwa isu pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi keluarga dan kesehatan mental anak.
Puan menilai tragedi tersebut merupakan teguran bagi negara. Ia menegaskan bahwa program pendidikan tidak cukup hanya menggratiskan biaya sekolah, tetapi juga harus memastikan kebutuhan penunjang belajar anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat terpenuhi. Sekolah, lanjutnya, perlu memetakan latar belakang sosial ekonomi peserta didik agar tidak ada anak yang tertinggal atau merasa tertekan akibat keterbatasan ekonomi.
Lebih lanjut, Puan menekankan pentingnya penguatan perhatian terhadap kesehatan mental dan psikologi anak di lingkungan sekolah. Ia mendorong agar program pendidikan diselaraskan dengan bantuan sosial untuk mengatasi akar persoalan kemiskinan. Puan berharap kejadian serupa tidak terulang dan menegaskan bahwa negara harus hadir secara nyata agar tidak ada lagi generasi muda yang kehilangan nyawa hanya karena merasa putus asa menghadapi keterbatasan hidup.






































