Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan dua simulasi kebijakan utama dalam ajang Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan 2026, yakni Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan kelas digital terintegrasi. Inisiatif ini menjadi ruang uji coba nyata bagi guru, kepala sekolah, dan pemangku kepentingan untuk memahami sekaligus memberi masukan terhadap arah kebijakan pendidikan ke depan.
Alih-alih hanya memaparkan konsep di atas kertas, Kemendikdasmen menghadirkan pengalaman langsung melalui stan interaktif yang memungkinkan pengunjung mencoba sistem dan perangkat pembelajaran berbasis teknologi.
Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA)
Pada zona TKA, pengunjung dapat mengikuti simulasi ujian berbasis digital yang dirancang untuk mengukur literasi, numerasi, dan penalaran peserta didik secara lebih komprehensif. Simulasi ini menampilkan format soal, sistem pengerjaan, hingga mekanisme penilaian.
Melalui uji coba ini, guru dan kepala sekolah memperoleh gambaran lebih jelas mengenai implementasi TKA, termasuk bagaimana hasilnya dapat dimanfaatkan untuk pemetaan mutu dan perbaikan pembelajaran di satuan pendidikan.
Kelas Digital dengan PID dan Rumah Belajar
Zona kedua menghadirkan simulasi kelas digital yang dilengkapi Papan Interaktif Digital (PID) serta integrasi dengan platform Rumah Belajar. Guru dapat mencoba langsung fitur penyajian materi visual, kuis interaktif, hingga pengelolaan kelas secara real-time.
Selain itu, tersedia konten pembelajaran berbasis gim edukatif, modul interaktif, serta demonstrasi pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (AI) yang mulai diperkenalkan sebagai bagian dari penguatan kompetensi abad ke-21.
Pengunjung juga diperlihatkan bagaimana teknologi dapat membantu personalisasi pembelajaran dan meningkatkan keterlibatan siswa di kelas.
Ruang Uji Coba dan Penyusunan Arah Kebijakan
Kehadiran simulasi ini bukan sekadar pameran teknologi, melainkan bagian dari pendekatan partisipatif dalam perumusan kebijakan. Guru dan pemangku kepentingan diberikan kesempatan untuk mencoba, mengevaluasi, serta memberikan umpan balik langsung terhadap implementasi program.
Kemendikdasmen menilai bahwa kebijakan pendidikan yang efektif harus diuji dalam konteks nyata sebelum diterapkan secara luas. Dengan demikian, masukan dari lapangan dapat menjadi dasar penyempurnaan kebijakan agar lebih relevan, adaptif, dan sesuai kebutuhan satuan pendidikan di berbagai daerah.
Transformasi dari Konsep ke Praktik
Melalui Konsolnas 2026, Kemendikdasmen menegaskan komitmen transformasi pendidikan yang tidak berhenti pada regulasi, tetapi turun langsung ke ruang praktik. Simulasi TKA dan kelas digital menjadi contoh konkret bagaimana kebijakan diuji secara terbuka dan kolaboratif.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya sistem pendidikan yang lebih modern, inklusif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan generasi masa depan Indonesia.




































