Jakarta — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memperkuat transformasi digital internalnya melalui peluncuran MELIA sebagai tulang punggung baru layanan teknologi informasi (TI). Sistem ini dirancang sebagai satu pintu layanan digital, mencakup katalog layanan, permintaan (request), hingga pelaporan dan penanganan insiden TI secara terintegrasi.
Dengan hadirnya MELIA, pengelolaan layanan TI di lingkungan Kemendikdasmen tidak lagi mengandalkan komunikasi informal atau chat acak yang sulit dilacak. Seluruh proses kini terdokumentasi secara sistematis, terukur, dan berbasis standar layanan yang jelas.
Satu Pintu untuk Semua Layanan TI
MELIA menghadirkan sistem terpusat yang memungkinkan pegawai dan unit kerja mengakses berbagai kebutuhan layanan TI melalui satu platform. Mulai dari permintaan akun, akses sistem, dukungan aplikasi, hingga pelaporan gangguan jaringan atau perangkat, seluruhnya diproses melalui mekanisme yang transparan dan terdokumentasi.
Setiap permintaan akan mendapatkan nomor tiket (ticketing system) yang dapat dipantau statusnya secara real-time. Dengan demikian, pengguna tidak perlu lagi menebak-nebak progres penanganan atau menghubungi berbagai pihak secara terpisah.
SLA Jelas dan Kinerja Terukur
Salah satu pembaruan penting dalam sistem MELIA adalah penerapan Service Level Agreement (SLA) yang jelas. Setiap jenis layanan memiliki standar waktu respons dan penyelesaian yang terukur. Hal ini memastikan akuntabilitas sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan.
Kinerja tim TI kini dapat dipantau melalui data dan indikator yang terdokumentasi, mulai dari waktu respons, durasi penyelesaian, hingga tingkat kepuasan pengguna. Pendekatan berbasis data ini memungkinkan evaluasi berkelanjutan dan perbaikan layanan secara sistematis.
Basis Pengetahuan Terpusat
Selain sistem tiket, MELIA juga dilengkapi dengan basis pengetahuan (knowledge base) terpusat. Fitur ini menyediakan panduan, solusi umum, serta dokumentasi teknis yang dapat diakses pengguna secara mandiri.
Dengan adanya knowledge base, banyak permasalahan sederhana dapat diselesaikan tanpa harus menunggu intervensi teknis, sehingga meningkatkan efisiensi dan literasi digital di lingkungan kementerian.
Transformasi Digital yang Serius
Hadirnya MELIA menjadi bukti bahwa transformasi digital di sektor pendidikan tidak hanya berhenti pada slogan. Kemendikdasmen menunjukkan keseriusan dalam membangun tata kelola teknologi informasi yang profesional, akuntabel, dan modern.
Digitalisasi layanan internal dinilai sebagai fondasi penting untuk mendukung berbagai program pendidikan nasional, mulai dari platform pembelajaran, sistem evaluasi, hingga layanan administrasi pendidikan.
Dengan sistem yang terdokumentasi rapi, berbasis SLA, dan didukung data kinerja yang transparan, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya dalam mengelola transformasi digital secara terstruktur dan berkelanjutan.
MELIA bukan sekadar aplikasi, tetapi langkah strategis menuju tata kelola layanan digital pendidikan yang lebih efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.



































