Sebanyak 92 satuan pendidikan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, telah selesai direvitalisasi. Revitalisasi ini mencakup berbagai jenjang, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK serta satuan pendidikan nonformal, dan diresmikan langsung oleh Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, pada Rabu (11/2).
Menteri Mu’ti menyampaikan bahwa pada tahun 2025, pemerintah telah merevitalisasi lebih dari 16 ribu satuan pendidikan secara nasional, dengan sebagian di antaranya berada di Kabupaten Klaten. Selain perbaikan sarana fisik, Kemendikdasmen juga mendorong penguatan kualitas pembelajaran melalui distribusi Papan Interaktif Digital (PID/IFP) yang telah digunakan oleh guru-guru di sekolah. Ke depan, program revitalisasi akan terus dilanjutkan dengan target puluhan ribu satuan pendidikan pada tahun 2026.
Apresiasi disampaikan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo atas kehadiran dan dukungan pemerintah pusat terhadap pendidikan di daerahnya. Menurutnya, transformasi pendidikan melalui digitalisasi perlu diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama infrastruktur sekolah yang aman dan layak. Dukungan ini dirasakan langsung oleh guru dan murid, termasuk di SMPN 6 Klaten yang menerima ruang kelas baru, rehabilitasi toilet, dan fasilitas pendukung lainnya.
Revitalisasi sekolah membawa dampak nyata untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Upaya ini menjadi wujud kehadiran negara dalam memastikan pendidikan bermutu untuk semua.
































