Disdik DKI Jakarta Buka Kegiatan Literasi Teknologi, Dorong Siswa Kuasai Elektronika dan Robotika
Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta bersama Gliterjak dan Universitas Negeri Jakarta menggelar Pembukaan Kegiatan Literasi Teknologi melalui Elektronika, Robotika, dan Inovasi Digital di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Jumat (13/2). Kegiatan ini menjadi ruang belajar kolaboratif bagi siswa SMP, SMA, dan SMK untuk memperkuat literasi digital serta keterampilan teknologi masa depan.
Program ini dirancang sebagai wadah pengembangan kompetensi berbasis praktik melalui pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Melalui workshop dan praktik langsung, para peserta diajak memahami dasar-dasar elektronika dan robotika, sekaligus mengembangkan ide serta solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan dan tantangan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menghadirkan suasana pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Siswa tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga terlibat dalam perancangan proyek teknologi, eksperimen sederhana, serta simulasi pemecahan masalah berbasis digital. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas, kemampuan analitis, dan kepercayaan diri peserta dalam menguasai teknologi.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menekankan bahwa kegiatan ini memberikan ruang praktik nyata bagi siswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan bekerja dalam tim melalui proyek-proyek teknologi. Ia mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan setiap sesi sebagai pengalaman belajar yang bermakna dalam membangun keterampilan masa depan.
Menurutnya, penguatan literasi teknologi menjadi bagian penting dari transformasi pendidikan di Jakarta. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas literasi, dan perguruan tinggi, diharapkan lahir generasi muda yang adaptif, inovatif, serta siap menghadapi tantangan era digital.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan DKI Jakarta berharap peserta didik semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi dan mampu mengembangkan potensi diri secara optimal, tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pencipta solusi inovatif bagi masyarakat.





































