“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya melanjutkan sekaligus memperkuat program-program prioritas pendidikan pada 2026. Fokusnya bukan sekadar mengejar indikator angka, tetapi memastikan pendidikan benar-benar bermakna bagi setiap anak bangsa.
Dalam pembukaan Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru tetap menjadi pilar utama. Ia menilai capaian beberapa tahun terakhir menjadi landasan penting untuk mempercepat transformasi di tahun-tahun ke depan.
Salah satu terobosan yang terus diperluas adalah pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Sepanjang 2025, lebih dari 52 ribu kepala sekolah telah mengikuti pelatihan kepemimpinan pembelajaran, disertai 186 ribu pendidik dan tenaga kependidikan yang tuntas mengikuti pelatihan serupa. Perluasan implementasi Pembelajaran Mendalam akan terus dilanjutkan karena Kemendikdasmen meyakini kunci menuju generasi Indonesia Emas 2045 terletak pada guru berkualitas dan sistem pembelajaran yang berkesadaran.
Menteri Mu’ti menegaskan bahwa inisiatif Pembelajaran Mendalam dirancang agar proses belajar menjadi lebih bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan melalui pengolahan cipta, rasa, karsa, dan raga secara utuh dan terpadu.
Dampak positif mulai tampak di sekolah. Angga Dwi Pratama, guru matematika di SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading, Surabaya, mengakui tantangan besar ada pada stigma murid terhadap mata pelajaran tertentu. Ia bercerita, jika dulu peserta didik kerap mengeluh ketika jam matematika, kini antusiasme terlihat karena pembelajaran dimulai dari isu-isu aktual yang dekat dengan kehidupan mereka. Menurutnya, tujuan belajar bergeser dari sekadar “mengetahui” menjadi “mencari solusi” dan “menyelesaikan masalah”, sehingga murid lebih sadar makna belajar.




























