Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp 2,4 triliun guna mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana di wilayah Sumatera. Usulan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan mendapat respons positif dari para legislator.
Tambahan dana itu direncanakan untuk memperbaiki serta membangun kembali sarana dan prasarana pendidikan yang rusak akibat bencana alam. Sejumlah sekolah dilaporkan mengalami kerusakan pada ruang kelas, fasilitas belajar, hingga infrastruktur penunjang lainnya, sehingga mengganggu proses kegiatan belajar mengajar.
Menurut Mendikdasmen, pemulihan infrastruktur pendidikan menjadi prioritas agar siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman. Ia menekankan pentingnya percepatan rehabilitasi demi mencegah terhambatnya hak peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang layak.
DPR menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut, dengan menilai bahwa kebutuhan pemulihan pascabencana memang mendesak. Legislator menilai penambahan anggaran perlu dikawal agar tepat sasaran serta benar-benar menyentuh sekolah-sekolah terdampak.
Dengan adanya dukungan parlemen, pemerintah berharap proses pemulihan pendidikan di berbagai daerah terdampak bencana di Sumatera dapat segera terealisasi dan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal.






































