Masjid Baitut Tholibin, Kompleks Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Jakarta, dipadati lebih dari seribu jemaah pada Jumat (27/2). Bertindak sebagai khatib, Abdul Somad menegaskan pendidikan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa dan martabat umat.
Usai salat Jumat, Kemendikdasmen bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia menggelar bedah buku 35 Kisah Saat Maut Menjemput karya UAS.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan kegiatan ini bagian dari penguatan literasi keagamaan dan pembentukan integritas ASN. Ia berharap suasana kerja religius mendorong tanggung jawab serta menjauhkan praktik korupsi.
Dalam khutbahnya, UAS mencontohkan Perang Badar, ketika tawanan dibebaskan dengan syarat mengajarkan baca tulis. Menurutnya, Islam mengutamakan pendidikan karena menjadi kunci kemajuan. Pendidikan juga mencakup kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
UAS menegaskan peran guru sangat mulia sebagai pendidik ilmu dan adab. Ia juga mengingatkan kontribusi tokoh dan ormas Islam dalam perjuangan kemerdekaan, seraya berpesan agar warisan perjuangan melalui pendidikan tidak dirusak oleh kepentingan duniawi.







































