Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan generasi muda melalui program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat menyapa para penerima KJMU Tahap II Tahun 2025 di Universitas Negeri Jakarta pada Kamis (16/02).
Dalam kesempatan tersebut, Rano Karno menyampaikan pesan inspiratif bahwa mahasiswa penerima KJMU hari ini adalah calon pemimpin Jakarta di masa depan. Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi juga amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Sebanyak 16.920 mahasiswa tercatat sebagai penerima KJMU Tahap II Tahun 2025. Para mahasiswa ini diharapkan mampu berkembang menjadi pribadi yang berintegritas, berprestasi, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.
Program KJMU sendiri menjadi salah satu upaya strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda. Selain membantu secara finansial, program ini juga mendorong pembentukan karakter dan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan masa depan.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga komitmen akademik selama masa perkuliahan. Mahasiswa diminta untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal.
Selain itu, ia mendorong para penerima KJMU untuk memperkuat solidaritas melalui Forum KJMU sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan diri. Forum ini diharapkan dapat menjadi ruang berbagi pengalaman, ide, serta memperluas jejaring antar mahasiswa.
Tidak hanya fokus pada akademik, mahasiswa juga diajak untuk aktif berkontribusi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pengalaman langsung di tengah masyarakat akan membentuk kepedulian sosial dan kemampuan kepemimpinan.
Dengan adanya program KJMU, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial tinggi. Kesempatan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan Jakarta di masa depan.
















