Di tengah suasana hangat kegiatan Ramadan Ceria bersama 1.000 penyandang disabilitas, Abdul Mu’ti menegaskan komitmen kuat terhadap pendidikan inklusif di Indonesia. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan yang bermutu.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi. Menurutnya, keterbatasan fisik maupun kondisi lainnya bukanlah penghalang bagi anak untuk tumbuh dan menunjukkan potensi terbaiknya.
Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian dan upaya nyata dalam mendorong kesetaraan di dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak difabel. Selain menghadirkan kebahagiaan di bulan suci Ramadan, acara ini juga menjadi pengingat pentingnya peran semua pihak dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan ramah bagi semua.
Abdul Mu’ti juga mengajak pemerintah, lembaga pendidikan, serta masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan sistem pendidikan yang adil. Ia berharap tidak ada lagi anak yang merasa terpinggirkan, melainkan semua memiliki ruang yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi.







































