Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan terus berkembang. Namun, AI ditegaskan bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai alat bantu yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran ke level yang lebih tinggi.
Komitmen tersebut tercermin dalam kerja sama antara SMKN 1 Cibinong, KRIVET, dan Seoul AI Technical High School. Kolaborasi lintas institusi dan lintas negara ini bertujuan menyiapkan siswa agar tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dan daya saing di tingkat global.
Melalui kerja sama ini, AI dimanfaatkan sebagai pendukung proses belajar mengajar. Guru tetap menjadi aktor utama dalam membimbing, membentuk karakter, dan mengarahkan potensi siswa. Sementara itu, AI digunakan untuk membantu personalisasi pembelajaran, analisis kemampuan siswa, serta penguatan keterampilan teknis yang dibutuhkan industri masa depan.
Kepala SMKN 1 Cibinong menyampaikan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran vokasi menjadi langkah strategis menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah. Dengan dukungan teknologi, siswa dapat memahami materi secara lebih mendalam dan aplikatif, tanpa menghilangkan sentuhan humanis dari peran guru.
KRIVET sebagai mitra industri pendidikan berperan dalam penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi global. Sementara itu, keterlibatan Seoul AI Technical High School membuka akses pertukaran pengetahuan, standar kompetensi internasional, serta wawasan tentang penerapan AI di lingkungan pendidikan Korea Selatan.
Program kerja sama ini mencakup pengembangan kurikulum berbasis AI, pelatihan guru, serta pembelajaran kolaboratif yang mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan adaptif. Siswa juga diperkenalkan pada praktik terbaik penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab, sebagai bekal menghadapi era digital.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, AI diposisikan sebagai akselerator pembelajaran, bukan pengganti peran pendidik. Sekolah tetap menjadi ruang pembentukan karakter, sementara teknologi berfungsi memperluas wawasan dan kemampuan siswa.
Melalui sinergi antara sekolah, mitra industri, dan institusi pendidikan internasional, diharapkan lulusan SMKN 1 Cibinong tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu bersaing dan berkontribusi di kancah global. Pendidikan pun naik kelas, seiring pemanfaatan teknologi yang tepat guna dan berorientasi pada masa depan.



































