Pemerintah memastikan anggaran pendidikan pada tahun 2026 mengalami kenaikan dan tidak mengalami pemotongan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bahkan, alokasi anggaran pendidikan akan diperkuat melalui penambahan dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pemerintah menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama, sehingga tidak akan dikorbankan untuk pembiayaan program lain.
Pada tahun 2026, fokus utama penggunaan anggaran pendidikan diarahkan pada revitalisasi puluhan ribu sekolah di berbagai daerah. Program revitalisasi ini mencakup perbaikan infrastruktur, peningkatan sarana dan prasarana belajar, serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan digitalisasi pendidikan melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di 325.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Digitalisasi ini diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Dengan langkah tersebut, pemerintah menegaskan bahwa peningkatan mutu belajar menjadi prioritas utama dalam kebijakan pendidikan tahun 2026. Melalui penguatan anggaran dan fokus program yang jelas, diharapkan kualitas pembelajaran di Indonesia semakin meningkat dan mampu menjawab tantangan masa depan.




























