- Awal tahun 2026, sektor pendidikan jadi salah satu fokus besar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pemerintah telah mencairkan dana pendidikan sebesar Rp56,5 triliun hanya dalam bulan Januari, atau sekitar 7,4% dari total pagu pendidikan yang mencapai Rp769,1 triliun untuk tahun ini. Realisasi ini juga tercatat naik sekitar 12,8% dibanding pencairan di periode yang sama tahun 2025, yang menunjukkan ada dorongan lebih besar untuk mengakselerasi program-program pendidikan sejak awal tahun.
Kalau dipecah, porsi terbesar dana ini mengalir untuk menopang operasional lembaga pendidikan. Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan PAUD menyerap sekitar Rp27,8 triliun. Dana ini digunakan untuk berbagai kebutuhan dasar sekolah dan kampus, mulai dari kegiatan belajar mengajar, penunjang layanan pendidikan, hingga menjaga agar aktivitas akademik tetap berjalan tanpa terlalu membebani orang tua dan peserta didik.
Di sisi lain, dukungan langsung untuk peserta didik juga cukup besar. Program Indonesia Pintar, KIP Kuliah, serta program Makan Bergizi Gratis menghabiskan sekitar Rp22 triliun. Melalui skema ini, pemerintah berupaya meringankan beban biaya pendidikan bagi siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu, sekaligus meningkatkan kualitas asupan gizi agar mereka bisa belajar dengan lebih optimal di sekolah.
Tidak kalah penting, ada alokasi untuk peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Guru dan dosen non-ASN menerima tunjangan profesi dengan total pencairan sekitar Rp2,6 triliun di Januari 2026. Kebijakan ini diharapkan bisa memberi dorongan motivasi dan memperkuat profesionalitas pendidik, mengingat kualitas guru berperan besar terhadap mutu pembelajaran di kelas.
Selain itu, pemerintah juga mulai menjalankan beberapa program prioritas, seperti Sekolah Rakyat dan Revitalisasi Sekolah/Madrasah. Ratusan Sekolah Rakyat sudah beroperasi, sementara pembangunan sekolah baru dan perbaikan infrastruktur ditargetkan menjangkau belasan ribu satuan pendidikan sepanjang 2025–2026.18h


























