Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menghadapi kondisi darurat kekurangan sekitar 1.000 guru di berbagai jenjang pendidikan. Dampaknya mulai terasa di sejumlah sekolah, mulai dari penggabungan kelas hingga guru yang harus merangkap mengajar beberapa mata pelajaran sekaligus.
Kondisi ini terjadi akibat banyaknya guru yang pensiun dalam beberapa tahun terakhir, sementara rekrutmen guru baru belum mampu menutup kebutuhan yang ada. Akibatnya, beban kerja guru meningkat dan proses pembelajaran di sejumlah sekolah menjadi kurang optimal.
Sebagai solusi jangka pendek, Pemkab menggagas program “Sarjana Mengajar” yang bertujuan melibatkan lulusan sarjana baru untuk mengisi kekosongan tenaga pendidik di sekolah-sekolah. Program ini diharapkan bisa membantu menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar sekaligus membuka peluang pengalaman kerja bagi para lulusan baru.
Meski program tersebut disebut siap dijalankan, persoalan skema pengupahan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Penentuan besaran honor, sumber anggaran, hingga mekanisme pembayaran masih dalam pembahasan agar tidak membebani keuangan daerah namun tetap layak bagi peserta program.
Pemkab berharap, dengan langkah ini, krisis guru dapat tertangani sementara waktu sembari menunggu kebijakan rekrutmen guru secara nasional yang lebih permanen.







































