Sejumlah siswa di Kabupaten Aceh Utara terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di tenda darurat usai banjir melanda wilayah tersebut. Meski dalam keterbatasan, proses pendidikan tetap berjalan sembari menatap harapan akan hadirnya ruang kelas baru yang lebih aman dan layak.
Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat kini mempercepat pemulihan sarana pendidikan yang terdampak banjir. Revitalisasi ruang-ruang kelas yang rusak menjadi prioritas utama agar siswa dapat segera kembali belajar di lingkungan sekolah yang normal. Perbaikan mencakup rehabilitasi bangunan, penggantian fasilitas belajar, serta penataan ulang lingkungan sekolah yang terdampak genangan air.
Untuk mendukung percepatan tersebut, anggaran pendidikan difokuskan pada pemulihan sekolah pascabencana. Pemerintah menegaskan komitmennya agar dampak banjir tidak berlarut-larut mengganggu hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Selain dukungan anggaran, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah juga diperkuat. Sinergi lintas sektor dilakukan untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan efektif dan tepat sasaran, mulai dari perencanaan teknis hingga pelaksanaan di lapangan.
Langkah percepatan ini diharapkan mampu menghadirkan kembali ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa. Di tengah ujian bencana, pemulihan sekolah di Aceh Utara menjadi simbol ikhtiar bersama dalam menjaga masa depan anak-anak Aceh agar tetap terarah dan penuh harapan.


































