Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan skema pelaksanaan yang disesuaikan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Penyesuaian ini dilakukan agar tujuan pemenuhan gizi tetap tercapai tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah selama Ramadan.
Selama bulan Ramadan, menu MBG akan disesuaikan dengan kondisi peserta penerima manfaat yang berpuasa. BGN menyiapkan bahan makanan yang sederhana, praktis, namun tetap memenuhi kebutuhan gizi harian. Komposisi menu dirancang agar mengandung zat gizi penting seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Selain memperhatikan nilai gizi, BGN juga mempertimbangkan aspek ketahanan makanan. Menu yang disalurkan selama Ramadan dipilih agar tetap aman dan layak dikonsumsi hingga waktu berbuka puasa. Dengan demikian, makanan yang diterima dapat dikonsumsi pada waktu yang sesuai tanpa mengurangi kualitas maupun kandungan gizinya.
Penyesuaian skema ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan Program MBG sekaligus menghormati pelaksanaan ibadah puasa. BGN menegaskan bahwa prinsip utama program, yakni pemenuhan gizi yang seimbang dan berkualitas, tetap menjadi prioritas meskipun terdapat perubahan pola konsumsi selama Ramadan.
Sementara itu, untuk wilayah dengan mayoritas penduduk yang tidak menjalankan ibadah puasa, pelaksanaan Program MBG tidak mengalami perubahan. Pola distribusi, jenis menu, serta waktu konsumsi tetap dilakukan seperti hari biasa sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.
BGN menegaskan bahwa fleksibilitas pelaksanaan MBG selama Ramadan merupakan bagian dari upaya adaptasi kebijakan agar program dapat berjalan efektif di berbagai kondisi sosial dan budaya masyarakat. Dengan skema yang disesuaikan ini, BGN berharap Program MBG tetap memberikan manfaat optimal bagi seluruh penerima, baik di wilayah yang menjalankan puasa maupun yang tidak.
Melalui langkah ini, BGN kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan program pemenuhan gizi nasional, termasuk pada periode khusus seperti bulan Ramadan, demi mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.





































