Program AKSI Digital resmi diluncurkan di SMKN 27 Jakarta pada Kamis, 29 Januari 2026. Peluncuran ini diresmikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, bersama Vice President of Government Affairs and Public Policy YouTube, Leslie Miller, sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan platform digital global dalam mendukung literasi digital generasi muda.
Ancaman child grooming terhadap pelajar kian nyata dan tidak bisa dipandang sebagai sekadar kasus viral di media sosial. Menyadari hal tersebut, SMAN 5 Tasikmalaya bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Tasikmalaya membekali sekitar 1.300 siswa dengan pengetahuan dan keterampilan proteksi diri agar terhindar dari kejahatan seksual berbasis relasi dan dunia digital.
Kegiatan edukasi ini digelar sebagai bagian dari upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah. Para siswa diberikan pemahaman mengenai apa itu child grooming, bagaimana pelaku membangun kedekatan secara bertahap, hingga modus-modus yang kerap digunakan untuk memanipulasi korban, baik secara langsung maupun melalui media sosial dan aplikasi pesan instan.
Selain mengenali pola dan tanda-tanda awal child grooming, siswa juga dilatih untuk bersikap tegas dalam menjaga batasan diri, berani berkata tidak, serta memahami langkah-langkah aman ketika menghadapi situasi mencurigakan. Materi penting lainnya adalah mendorong siswa agar tidak takut dan tidak merasa bersalah untuk melapor apabila mengalami atau mengetahui indikasi kekerasan terhadap diri sendiri maupun teman sebaya.
Perwakilan KPAD menekankan bahwa pencegahan child grooming harus dimulai dari peningkatan kesadaran dan keberanian anak untuk bersuara. Lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat diharapkan menjadi ruang aman yang mendukung anak dalam mencari perlindungan dan keadilan.
Pihak SMAN 5 Tasikmalaya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam melindungi peserta didik, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari ancaman yang dapat merusak masa depan dan kesehatan mental mereka. Sekolah berupaya memastikan siswa memiliki pengetahuan, keterampilan, serta keberanian untuk menjaga diri dan saling melindungi.
Melalui edukasi ini, diharapkan para siswa semakin waspada, cerdas, dan berani mengambil sikap. Pesan utama yang ditegaskan kepada seluruh peserta adalah sederhana namun krusial: lindungi diri sendiri, dan jangan ragu untuk melindungi teman di sekitarmu.




































