Program Sekolah Rakyat resmi berjalan dengan penempatan guru di berbagai daerah sejak seleksi tahap pertama digelar. Berdasarkan data Kementerian Sosial, dari 1.469 guru yang dinyatakan lolos rekrutmen, sebanyak 143 orang tidak memenuhi panggilan penugasan dan memilih mengundurkan diri sebelum seluruh proses pelantikan selesai. Artinya, tersisa sekitar 1.326 guru yang tetap tercatat menjalankan tugas mengajar di sekolah-sekolah penempatan yang telah ditetapkan per 18 Agustus 2025.
Gelombang pengunduran diri ini terutama terjadi pada tahap awal penempatan. Alasan yang paling banyak muncul adalah jarak lokasi sekolah yang jauh dari tempat tinggal, akses transportasi yang terbatas, serta konsekuensi waktu dan biaya yang harus dikeluarkan untuk menjangkau daerah tugas. Di sejumlah wilayah, kondisi geografis membuat perjalanan menuju sekolah memakan tenaga dan memaksa para guru menimbang ulang kemampuan mereka untuk bertahan dalam jangka panjang.
Selain faktor jarak, sebagian guru memilih mundur karena sudah berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) atau memperoleh pekerjaan lain yang dinilai lebih sesuai dengan situasi pribadi dan keluarga. Ada pula yang terkendala masalah administratif, mulai dari ketidaksesuaian data penempatan hingga kebutuhan menyesuaikan jadwal dengan pekerjaan yang sudah lebih dulu dijalani. Kombinasi faktor-faktor ini menyebabkan berkurangnya jumlah guru sejak awal penempatan.
Kementerian Sosial menegaskan bahwa pengunduran diri ratusan guru tersebut tidak boleh mengganggu keberlangsungan proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat. Pemerintah menyiapkan tenaga pengganti yang akan dilantik pada tahap berikutnya agar sekolah penerima program tetap memiliki guru sesuai kebutuhan. Di sisi lain, sekitar 1.326 guru yang bertahan kini menghadapi tantangan nyata di lapangan: akses transportasi yang terbatas, keterbatasan akomodasi sementara, hingga keharusan menyesuaikan metode mengajar dengan kondisi fasilitas sekolah dan kebutuhan murid di masing-masing daerah. Mereka menjadi garda terdepan yang memastikan tujuan awal Sekolah Rakyat, yakni memperluas akses pendidikan bagi keluarga tidak mampu, tetap berjalan meski dihantam




































