Di tengah banjir yang merendam sawah dan akses jalan, para siswa di wilayah Kajejeng, Makassar, tetap menunjukkan semangat belajar yang luar biasa. Meski genangan air menutup jalur darat, mereka tidak menyerah pada keadaan dan memilih berangkat ke sekolah menggunakan sampan.
Banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi membuat sejumlah titik di kawasan tersebut tergenang cukup dalam. Sawah-sawah berubah menjadi hamparan air, sementara jalan lingkungan yang biasa dilalui kendaraan tidak dapat digunakan. Kondisi ini memaksa warga mencari alternatif transportasi, termasuk perahu kayu dan sampan sederhana.
Bagi para siswa, situasi tersebut bukan alasan untuk absen dari kegiatan belajar. Dengan seragam sekolah dan tas yang dijaga agar tetap kering, mereka menaiki sampan bersama teman-teman maupun orang tua untuk menyeberangi genangan air. Perjalanan menuju sekolah pun menjadi pengalaman yang tak biasa, penuh tantangan sekaligus kebersamaan.
Orang tua dan warga sekitar turut membantu memastikan anak-anak dapat sampai dengan selamat. Kebersamaan ini mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan, meski tengah menghadapi kondisi alam yang tidak mudah.
Semangat para siswa Kajejeng menjadi gambaran nyata bahwa keinginan untuk menuntut ilmu lebih kuat dari arus banjir yang menghadang. Di tengah keterbatasan, mereka tetap berusaha hadir di ruang kelas, membuktikan bahwa pendidikan adalah prioritas yang tak tergoyahkan oleh keadaan.





































