Guru SMA di Tahuna: Digitalisasi Bikin Siswa Lebih Aktif dan Tak Mudah Bosan
Teknologi Canggih, Peran Guru Tetap Kunci di Kelas Digital
Literasi Digital Digenjot, Digitalisasi Pendidikan Diarahkan Sejalan dengan Pembentukan Karakter
Program Jaga Malam RRI Bahas Digitalisasi Pendidikan dan Tantangan Guru di Era Teknologi
Berita Instagram (±2200 karakter, sudah diparafrase dan tetap memuat kutipan penting):
Digitalisasi pendidikan terus menggairahkan lahirnya berbagai inovasi pembelajaran di sekolah, khususnya di Tahuna, dan dinilai mampu membantu guru serta siswa menciptakan proses belajar yang lebih efektif dan interaktif. Melalui Program Jaga Malam Pro 2 RRI Tahuna, Rabu 4 Februari 2026, Guru SMA Negeri 1 Tatoaleng, Yunita P Sinadia, S.Pd, berbagi pandangan dan pengalamannya terkait pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.
“Digitalisasi pendidikan membantu guru menghadirkan metode belajar yang lebih variatif, sehingga siswa tidak mudah bosan dan lebih aktif dalam proses pembelajaran,” ujar Yunita. Menurutnya, penggunaan berbagai media dan platform digital membuka ruang kreativitas yang jauh lebih luas, baik bagi guru maupun peserta didik, sebagai sarana pendukung untuk memperkaya dan mengemas materi pelajaran dengan cara yang lebih menarik.
Meski demikian, Yunita menegaskan kemajuan teknologi tidak serta-merta menggeser peran guru di kelas. Ia mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat, sementara guru tetap memegang peran sentral sebagai pendamping, pengarah, sekaligus teladan bagi siswa dalam memanfaatkan media digital secara bijak dan bertanggung jawab.
“Teknologi hanyalah alat, guru tetap berperan menanamkan nilai disiplin, etika, dan karakter kepada siswa, terutama dalam penggunaan media digital,” katanya. Karena itu, pihak sekolah juga terus mendorong peningkatan literasi digital bagi guru dan siswa, agar proses digitalisasi pendidikan berjalan seimbang dengan pembentukan karakter peserta didik.



































