Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung mengadakan Sosialisasi Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Potensi Ancaman Bencana Alam sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan seluruh satuan pendidikan dalam menghadapi situasi darurat. Menindaklanjuti arahan Sekda Provinsi, langkah ini sekaligus menjadi tindak lanjut atas regulasi yang berlaku serta hasil rapat koordinasi yang telah dilaksanakan di tingkat provinsi
Dalam sambutannya, Bapak Asep Kusumah, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa Satuan Pendidikan Aman Bencana berdiri di atas tiga pilar utama, yaitu fasilitas sekolah yang aman, manajemen bencana yang efektif di lingkungan satuan pendidikan, serta pendidikan pencegahan dan pengurangan risiko bencana. Beliau juga menegaskan bahwa penguatan ketiga pilar tersebut harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan agar budaya kesiapsiagaan benar-benar tertanam pada seluruh warga sekolah.
Kegiatan ini turut menghadirkan pemateri dari BPBD Kabupaten Bandung, Khadapy Nurhuda, S.Sos., Penata Layanan Operasional, yang menyampaikan langkah-langkah teknis penyelamatan diri ketika terjadi keadaan darurat. Salah satu poin penting yang dipraktikkan adalah gerakan menunduk dan melindungi kepala, yaitu gerakan dasar yang harus dilakukan oleh guru, kepala sekolah, dan siswa secara cepat dan tanpa panik untuk meminimalkan risiko cedera akibat benda jatuh.
Melalui kegiatan ini, Disdik, BPBD dan satuan pendidikan berupaya memperkuat pemahaman, kesiapan, serta refleks tanggap darurat di lingkungan satuan pendidikan, sehingga seluruh sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, terlindungi, dan tangguh menghadapi potensi ancaman bencana.
Melalui komitmen dan sinergi antara Disdik, BPBD dan Satuan pendidikan, bersama kita wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua, demi menuju Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS — Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera, Maju berkelanjutan menuju Indonesia emas 2045








































