Dinas Pendidikan Provinsi Jambi resmi menggandeng RS Jiwa Kolonel Muhammad Syukur Jambi untuk melaksanakan tes kesehatan mental bagi para guru dan tenaga kependidikan. Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Muhammad Umar, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur yang disampaikan dalam rapat internal.
“Kami (Disdik) sudah diperintah oleh Pak Gubernur melalui rapat internal, kita akan menyiapkan dan sudah berkoordinasi dengan Direktur RSJ,” ujar Muhammad Umar di Jambi. Tes ini fokus pada kesehatan mental dan psikologis, dengan tahap pertama menyasar para kepala satuan pendidikan, khususnya kepala sekolah negeri tingkat SMA dan SMK. Total ada 289 kepala sekolah negeri yang ditargetkan mengikuti tes kejiwaan pada tahap awal ini.
Menurut Umar, tes kejiwaan ini tidak hanya untuk memetakan kondisi mental para pimpinan sekolah, tetapi juga untuk mengukur pemahaman mereka terkait manajemen pendidikan. Harapannya, dengan penguatan di level kepala sekolah, berbagai pelanggaran di lingkungan sekolah—termasuk kasus kekerasan yang sempat terjadi beberapa waktu terakhir—dapat diminimalkan. Pelaksanaan tes kejiwaan dijadwalkan pada pekan kedua Februari 2026, dengan rencana pembiayaan yang akan diupayakan melalui dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
“Kami akan cek lagi pembiayaannya, karena di dinas pendidikan tidak dianggarkan. Kami akan coba dalami melalui dana BOSP,” kata Umar. Selain program tes kesehatan mental, Disdik Provinsi Jambi juga tengah menyiapkan surat edaran untuk sekolah terkait pembatasan penggunaan telepon genggam bagi siswa saat jam belajar. Sekolah diinstruksikan menyediakan kotak atau locker khusus untuk menyimpan ponsel selama pelajaran berlangsung.
“Edaran sudah disampaikan agar disiapkan kotak penyimpanan, telepon genggam bisa digunakan hanya untuk kegiatan pembelajaran online,” jelas Umar. Kebijakan ini diharapkan mendorong siswa lebih bijak menggunakan gawai, sekaligus mendukung terciptanya iklim belajar yang kondusif dan aman bagi seluruh warga sekolah.






















