Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan perluasan SMK dengan durasi belajar empat tahun sebagai salah satu kebijakan strategis di bidang pendidikan vokasi. Kebijakan ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam Peresmian Revitalisasi Sekolah Kabupaten Garut di SMK Al-Musaddadiyah, Garut, Jawa Barat, Kamis, 8 Januari 2026, yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemendikdasmen. Mu’ti menyebut, “Kami ada setidaknya empat kebijakan strategis untuk SMK. Yang pertama, kami akan memperbanyak SMK 4 tahun… kami rancang sebagai SMK yang mempersiapkan para muridnya memasuki dunia kerja.”
Salah satu pertimbangan utama penambahan masa studi ialah persoalan usia lulusan. Banyak lulusan SMK tiga tahun yang masih di bawah 18 tahun sehingga secara hukum masih dikategorikan sebagai anak. Kondisi ini menimbulkan hambatan ketika mereka masuk ke dunia kerja, karena perusahaan terikat aturan ketenagakerjaan dan dapat dinilai mempekerjakan anak jika terjadi masalah. Mu’ti menjelaskan, lulusan yang belum berusia 18 tahun sering kali “enggak bisa masuk dunia kerja langsung” karena status usia tersebut.
Kemendikdasmen juga menautkan kebijakan SMK 4 tahun dengan perluasan kesempatan kerja, termasuk peluang di luar negeri. Melalui program SMK Go Global, pemerintah bekerja sama dengan Kementerian P2MI untuk menyiapkan lulusan SMK tertentu agar siap bekerja di negara lain. Mu’ti mengungkap adanya nota kesepahaman (MoU) yang memungkinkan siswa dan lulusan SMK yang memenuhi kualifikasi untuk difasilitasi bekerja di luar negeri. Selain itu, siswa dapat memanfaatkan fasilitas praktik di Kementerian Ketenagakerjaan, yang tengah dirancang agar menghasilkan sertifikat kualifikasi keahlian, sehingga lulusan memegang ijazah sekaligus sertifikat kompetensi.
Di sisi lain, Kemendikdasmen akan mengembangkan SMK berbasis keunggulan lokal. Konsep ini menekankan program keahlian yang terintegrasi dengan potensi sosial dan potensi alam di wilayah sekolah berada. Mu’ti mencontohkan daerah seperti Garut yang memiliki keunggulan tertentu dan dapat dijadikan basis pengembangan program keahlian.


























