Di Bojonegoro, suara guru madrasah swasta yang lama memendam kegelisahan soal nasib kesejahteraan akhirnya mendapat ruang di hadapan Anggota DPRD Jatim, H. Budiono. Dalam forum sosialisasi toleransi, mereka menegaskan bahwa pengabdian di madrasah belum sebanding dengan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan.
Budiono menyatakan siap mengawal aspirasi itu ke tingkat provinsi, mulai dari pengawalan kebijakan, skema insentif tiga klaster (guru bersertifikasi, non-sertifikasi, dan tendik), hingga menguatkan motivasi para pendidik agar tidak lelah mengabdi. Guru berharap, pertemuan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pintu lahirnya kebijakan nyata bagi keluarga besar madrasah swasta.


































