Kasus pengeroyokan guru oleh murid kembali menggemparkan dunia pendidikan. Seorang guru SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, dikeroyok siswa dan kejadiannya terekam video berdurasi sekitar 49 detik yang viral di media sosial.
Dalam video, tampak guru laki-laki berseragam sekolah cekcok dengan beberapa siswa di luar ruangan. Perdebatan itu berubah menjadi keributan, dan sejumlah murid terlihat beringas mengeroyok sang guru. Situasi yang semestinya menjadi ruang belajar berubah jadi adegan kekerasan yang memicu keprihatinan publik.
Informasi yang beredar menyebut, insiden ini diduga dipicu ucapan guru yang dianggap menyinggung perasaan siswa. Guru tersebut disebut mengaitkan kondisi ekonomi orang tua murid dengan istilah “miskin”. Ucapan ini diduga memicu emosi dan reaksi keras dari para siswa hingga terjadi aksi kekerasan.
Tak berhenti di satu rekaman, beredar pula video lanjutan setelah kericuhan. Dalam video kedua, guru yang sama terlihat membawa senjata tajam jenis celurit. Munculnya video ini makin menambah kekhawatiran soal keamanan dan kondusivitas lingkungan belajar di sekolah tersebut.
Menanggapi peristiwa yang viral ini, guru berinisial AS akhirnya angkat suara. Pada Rabu, 14 Januari 2026, ia mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk menyampaikan pengaduan resmi sekaligus meminta perlindungan. AS mengaku khawatir dengan kondisi keamanan, kesehatan, serta potensi perundungan yang mungkin ia alami setelah kejadian.
“Saya minta perlindungan kepada pihak keamanan, terutama terkait kondisi keamanan, kesehatan, dan perundungan. Saya tahu persis kondisi geografis dan sosial masyarakat di sana, saya khawatir dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Sampai saat ini belum ada jaminan keamanan yang jelas, makanya saya mengadukan persoalan ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi,” ujarnya pada Rabu (14/01/2026).
Kasus ini membuka lagi pertanyaan besar tentang keselamatan guru di sekolah, cara penyelesaian konflik di lingkungan pendidikan, serta pentingnya komunikasi yang lebih berempati antara pendidik dan siswa.




































