1. Dengarkan Alasannya Tanpa Menghakimi
Ajak anak berbicara dengan tenang. Tanyakan:
- “Kenapa kamu ingin berhenti?”
- “Apa yang membuat kamu tidak nyaman atau tidak suka?”
- “Apa yang berubah dari sebelumnya?”
Kadang anak merasa terbebani, takut gagal, lelah, bosan, atau mengalami masalah dengan pelatih/teman.
2. Bedakan antara ‘Capek Sementara’ dan ‘Tidak Cocok’
Anak sering ingin berhenti karena:
- lelah akibat jadwal padat,
- merasa kalah atau tidak berkembang,
- sedang jenuh.
Ini biasanya fase sementara.
Tetapi jika alasannya karena:
- tekanan mental,
- masalah kesehatan,
- lingkungan yang tidak mendukung,
- benar-benar tidak tertarik,
maka itu tanda bahwa kegiatan tersebut mungkin tidak cocok untuknya.
3. Dorong Komitmen, Tapi Jangan Memaksa
Ajarkan bahwa komitmen itu penting, misalnya:
- Menyelesaikan periode latihan yang sudah dibayar
- Ikut sampai ujian/kompetisi terdekat selesai
Ini membantu anak memahami tanggung jawab tanpa membuat mereka terjebak terlalu lama.
4. Evaluasi Keseimbangan Waktu Anak
Mungkin jadwalnya terlalu padat sehingga anak sangat lelah.
Cek apakah anak masih punya waktu:
- bermain,
- istirahat,
- belajar.
Jika tidak seimbang, wajar jika mereka merasa jenuh.
5. Bicara dengan Pelatih atau Pembina
Terkadang pelatih bisa memberikan perspektif:
- apakah anak sedang dalam fase sulit,
- adakah konflik yang tidak disampaikan,
- bagaimana perkembangan anak.
Kolaborasi orang tua–pelatih sering membantu mencari solusi yang bijak.
6. Cari Alternatif
Jika memang harus berhenti, bukan berarti anak berhenti bergerak sama sekali.
Pertimbangkan:
- olahraga yang lebih santai,
- jadwal yang lebih fleksibel,
- kegiatan sesuai minat anak.
Tujuannya: anak tetap aktif tanpa terbebani.
7. Validasi Perasaan Anak
Pastikan anak tahu bahwa:
- tidak apa-apa mencoba,
- tidak apa-apa tidak melanjutkan,
- proses belajar itu penting, bukan hanya hasil.
Anak merasa dihargai dan lebih terbuka berdiskusi di masa depan.
8. Ambil Keputusan Bersama
Diskusikan opsi, pro dan kontra, lalu putuskan bersama.
Dengan begitu, anak belajar bertanggung jawab atas pilihan yang mereka buat.



































