Kabar baik datang bagi para pendidik di Kabupaten Tabanan. Pemerintah melalui Ditjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru resmi membuka pendaftaran Program Indonesian-Korean Teacher Exchange (IKTE) Tahun 2026, yang memberi kesempatan guru jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK non-kejuruan untuk mengajar di Korea Selatan selama tiga bulan, yakni pada periode Agustus hingga November 2026. Program ini tidak hanya menawarkan pengalaman mengajar di luar negeri, tetapi juga dirancang untuk meningkatkan kompetensi global guru, memperluas wawasan lintas budaya, serta memperkuat pemahaman tentang Global Citizenship Education (GCED) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui berbagi praktik baik pembelajaran dan pengenalan budaya Indonesia di sekolah-sekolah mitra.
Provinsi Bali, termasuk Tabanan, menjadi salah satu prioritas sasaran IKTE karena kekayaan seni dan budaya tradisional dianggap sebagai nilai tambah penting dalam seleksi. Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., pada Senin 2 Februari 2026, mengajak guru-guru Tabanan yang memenuhi syarat untuk berani mendaftar dan menjadikan program ini sebagai kesempatan berharga meningkatkan kapasitas sekaligus menjadi duta budaya bangsa. Adapun syarat utama peserta antara lain berstatus ASN atau Guru Tetap Yayasan, berusia 30–45 tahun, memiliki pengalaman mengajar minimal lima tahun, serta menguasai bahasa Inggris lisan dan tulisan, dengan pendaftaran dibuka 2 Februari–2 Maret 2026 secara daring di
gtk.kemendikdasmen.go.id/ikte.






































