Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir, Indonesia kembali mencatatkan sejarah sebagai runner-up SEA Games saat tidak berstatus sebagai tuan rumah. Capaian ini menyamai prestasi SEA Games 1995 Chiang Mai, Thailand. Pada SEA Games 2025 Thailand yang digelar 9–20 Desember 2025, kontingen Indonesia meraih 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu dengan total 333 medali, mengantar Merah Putih finis di peringkat kedua klasemen akhir.
Hasil tersebut juga menjadi raihan emas terbanyak Indonesia sepanjang keikutsertaan di SEA Games luar negeri setelah edisi 1989 di Kuala Lumpur dengan 102 emas dan 1991 di Manila dengan 92 emas. Jika dibandingkan SEA Games 2023 Kamboja, prestasi ini menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi jumlah emas maupun pemerataan prestasi cabang olahraga. Di Kamboja, Indonesia meraih 87 emas, 80 perak, dan 109 perunggu.
Atas capaian tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penghargaan kepada atlet dan pelatih SEA Games 2025 Thailand melalui penyaluran bonus pada Kamis (8/1). Presiden memberikan bonus Rp1 miliar kepada atlet peraih emas, tertinggi sepanjang sejarah SEA Games dan naik dua kali lipat dibandingkan bonus SEA Games 2023 Kamboja sebesar Rp500 juta. Penyaluran bonus dilakukan Kemenpora RI berdasarkan Kepmen Nomor 219 Tahun 2025, dengan rincian bonus berbeda untuk atlet perorangan, ganda, beregu, serta pelatih sesuai kategori medali.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir menyebut bonus tersebut sebagai bentuk apresiasi negara atas perjuangan atlet dan pelatih dalam menjaga martabat bangsa di kancah olahraga. Bonus ditransfer langsung ke rekening atlet dan pelatih melalui BRI, dengan pajak ditanggung Kemenpora. BRI juga menegaskan komitmennya mendukung prestasi olahraga nasional, termasuk melalui edukasi literasi keuangan bagi atlet agar mampu membangun ketahanan finansial jangka panjang.





































